Kontraktor Kubah Masjid di Gorontalo

Kontraktor Kubah Masjid di Gorontalo

Kontraktor Kubah Masjid di Gorontalo

Pensiun siapa yang tidak mengenal kata pensiun. Masa dimana masyarakat beristirahat karena dianggap sudah tidak mampu lagi untuk bekerja setelah memasuki usia yang tidak produktif lagi. Dimana pensiun masyarakat pasti lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besarnya.

Pak Haji Muhammad Yakarim mempunyai dua anak besar. Keduanya tinggal di kota Gorontalo. Mereka telah besar-besar serta menikah dengan juga orang Gorontalo. Mereka tidak mau meninggalkan kota kelahirannya karna mereka menginginkan temani ke-2 orang tuanya di masa senja tiba. Pak haji kurang lebih saat ini umur enam puluh setahun. Tetapi beliau masih tetap begitu sehat. Tiap-tiap habis sholat subuh pak haji senantiasa berolahraga hingga udara merasa panas bila menyentuh kulit. Hingga pak haji tidak sempat rasakan sakit apa pun. Sang istri pak haji yang kebetulan cuma terpaut lebih kurang lima th. juga masih tetap sehat. Beliau cuma rasakan kecapekan bila sangat banyak kerjakan pekerjaan berat. Pak haji tinggal dengan anak nomor duanya yang kebetulah seseorang wanita. Anak nomor duanya ini suaminya bekerja jadi kontraktor kubah masjid di Gorontalo. Sedang anak perempuannya mengurusi rumah tangga.

Satu saat sang ibu tengah sakit asam urat. Sang ibu yang sakit tidak ingin di bawa ke rumah sakit karna beliau takut juga akan di check lalu ketahui beragam penyakit yang beliau derita. Anak wanita yang nomor dua merawatnya sampai pulih. Maklum anak pertama pak haji seseorang lelaki. Serta istrinya juga tidak dapat dua puluh empat jam menjaga ibu mertuanya itu. Anak lelaki pak haji tinggal sekitaran dua puluh lima kilo mtr. dari tempat tinggalnya. Dia juga tiap-tiap pulang atau pergi bekerja juga lewat jalan raya samping tempat tinggal pak haji. Hingga nyaris sehari-hari dapat singgah ke tempat tinggal sang bapak. Anak lelaki pak haji juga seseorang kontraktor kubah masjid di Gorontalo. Anak lelaki serta menantu lelakinya yaitu rekan sepantarannya. Mereka sangat dekat keduanya.

Narasi unik dari anak-anak pak haji yaitu mereka berjodoh dengan keduanya sama sebaya bahkan juga rekan akrabnya. Sang kakak menikah dengan rekan akrab sang adik perempuannya serta sang adik menikah dengan rekan akrab sang kakak lelakinya. Sang kakak berjumpa rekan sang adik saat rekan sang adik mengantarnya pulang ke tempat tinggal. Yang lalu sang kakak sukai dengannya. Sesudah mereka lulus segera menikah. Sang adik berjumpa suaminya waktu di ajak kakaknya ambil kubah masjid yang keduanya sama punya customer kontraktor kubah masjid. Mereka juga sama-sama sukai serta segera menikah. Perihal ini pula, yang buat mereka rukun, mereka sama-sama pas keduanya. Diluar itu mereka dapat juga sama-sama menolong dalam segalanya termasuk juga dalam soal pekerjaannya. Kontor mereka juga berdekatan cuma berjarak tiga kilo mtr.. Mereka juga sama seseorang kontraktor kubah masjid. Jadi bila mereka ramai pesanan serta tidak mampu mengatasinya mereka sama-sama bekerja bersama keduanya. Mereka begitu akrab seperti rekan mereka semasing. Dengan rutinitas yang begini buat pak haji lebih tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*