Pohon Pisang di Depan Masjid Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung

Pohon Pisang di Depan Masjid Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung

Pohon Pisang di Depan Masjid Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung

Kepercayaan keagamaan di dasarkan pada adanya kekuatan goib yaitu tuhan yang berada di atas alam ini atau yang ada di balik alam fisik, tuhan, roh dan semua yang berbentuk goib adalah hal hal yang ada di luar alam nyata, kepercayaan pada kekuatan goib daalm ilmu antropologi lebih dikenal dengan sebutan superanatural beings yang merupakan inti dari kepercayaan keagamaan masjid. Oleh karena itu seperti yang dipahami agama adalah pandangan dan prinsip hidup yang didasarkan pada adanya kekuatan goib yang berpengaruh dalam kehidupan manusia, menurut pandangan umum atau lebih pada panndangan masyarakat barat menyatakan bahwa ajaran yang bergantung pada kekuatan goib di nilai tidak rasional, tidak realities dan tidak modern. Namun ahli antropologi periode awal memandang sebaliknya, konsep percaya kepada supernantural being, menurt taylor dimulai dengan kepercayaan kepada animisme, animisme lama lama berevolusi menjadi polliteisme dan kemudian menjadi monoteisme, yang kemudian mereka percaya terhadap suatu kekuasaan goib yang ada di balik apa yang mereka sembah secara material .

Tidak ada masyarakat tanpa masjid, kalau masyarakat ingin bertahan lama maka harus ada tuhan yang disembah, masyarakat dari zaman kuno sampai modern ini ,menyembah tuhan, walaupun dengan berbagai bentuk dan rumusannya, agama menurut weber dapat dalam bentuk konsepsi supranatural, jiwa, ruh, tuhan, atau kekuatan goib lainnya. Dalam perkembangannya, kepercayaan kepada adanya tuhan yang maha kuasa ini digambarkan oleh manusia atau kommunitas tertentu menurut daya jangkau akalnya masing masing, sifat yang diberikan kepada tuhan pun menjdai beragam dan jumlahnya juga berbeda antara satu masyarakat penganut agama dan msyarakat lain. Kebanyakan masyarakat penganut agama menggambarkan tuhan dengan struktur kekuasaan yang ada pada mereka masjid, seperti adanya tuhan yang maha kuasa dan pembantu pembantunya, ada juga yang menggambarkan tuhan pencipta, pemelihara, seperti halnya yang tergambar dalam agama hindu.

Dengan demikian kepercayaan suatu masyarakat masjid kepada yang gaib bervariasi dari yang tidak punya asal usul manusia sampai sampai yang dipercayai berasal dari manusia, yang tidak dari manusia adalah tuhan yang maha kuasa, mahluk ruhaniah seperti jin malaikat, sedangkan yang dihubungkan dengan manusia masjid seperti ruh nenek moyang, ruh, tuhan arwah nenek moyang mereka sendiri. Kepercayaan kepada hal goib pada tuhan sebagai pokok kepercayaan beragama, seperti yang telah diungkap diatas juga menuntit kepercayaan kepada adanya kehidupan setelah mati atau kehidpan akhirat, kehidupan akhirat juga di gambarkan manusia dan masyarakat masjid penganut berbagai agama dengan berbagai bentuk yang berbeda, hindu misalnya menggambarkannya dalam bentuk renkarnasi berketerusan sampai roh tersebut benar benar suci dan kembali bersatu dengantuhan yang maha kuasa, sedangkan dalam islam seperti yang telah kita ketahui bahwa setelah mati maka manusia akan menjalani proses hisab yang kemudian menentukan proses kehidupan di akhirat nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*