Tawakal di Kubah Masjid Mutaqaddimin

Tawakal di Kubah Masjid Mutaqaddimin

Tawakal di Kubah Masjid Mutaqaddimin
Hai hai hai Teman dekat Beriman di mana puna anda ada, Apa kabarnya nih kalian semuanya teman dekat sahabat yang beriman, semuanya sehat sehat bukanlah. Syukurlah jika semuanya sehat sehat semuanya. Nah pada artikel kesempatan ini saya juga akan sedikit membahas mengenai Kubah Masjid Mutaqaddimin. Kebanyakan orang tau jika Kubah Masjid sendiri adalah tempat beribadah umat islam si semua dunia, Tidak kecuali indonesia. Tak tahu dimana saja itu, tentu ada Kubah Masjid karna sebagian besar orang indonesia memeluk agama islam. Kubah Masjid Mutaqaddimin sendiri yaitu adalah satu diantara Kubah Masjid tertua di Indonesia yang terdapat di Jorong Kapalo Tangah, Nagari Andaleh, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kubah Masjid Mutaqaddimin yang dulunya mulai dibuat pada th. 1930 ini, nyatanya terdaftar jadi Kubah Masjid tertua di Nagari Andaleh lho.
Bangunan Kubah Masjid Mutaqaddimin ini terbagi dalam bangunan paling utama Kubah Masjid serta bangunan pendamping Kubah Masjid, yang semasing bangunan dimahkotai satu buah kubah. Kubah Masjid Mutaqaddimin ini nyatanya pernah sekian kali mencapai posisi pertama dalam Penilaian Kubah Masjid Teladan untuk tingkat kabupaten yang dikerjakan oleh Kementerian Agama lho temne teman, ya seperti pada th. 2009 serta th. 2010, bahkan juga pada th. 2009 terlebih dulu juga mencapai posisi ke-3 untuk tingkat propinsi. Bagus kan. Untuk Sekarang ini terkecuali diPeruntukan untuk kesibukan beribadah, Kubah Masjid Mutaqaddimin yang memiliki ukuran 24 × 18 mtr. ini seringkali dipakai jadi fasilitas pendidikan agama untuk orang-orang sekitaran. Atau jadi tempat belajar anak anak mengaji.
Pembangunan dari Kubah Masjid Mutaqaddimin ini diprakarsai oleh beberapa ulama ulama yang tergabung dalam Kesatuan Ulama Nagari Andaleh pada th. 1930. Mula-mula Kubah Masjid Mutaqaddimin ini bernama Kubah Masjid Tuo, yang dibuat dengan konstruksi paling utama berbentuk bambu. Sesungguhnya Orang-orang setempat jauh jauh hari terlebih dulu berencana, menginginkan memakai batu jadi bahan bangunan, tetapi apa daya serta sangat terpaksa memakai bahan bambu ya karna ketika itu Indonesia kan masih tetap ada di tangan penjajah Belanda.
Sesudah kemerdekaan Indonesia pada th. 1945, pembangunan Kubah Masjid Mutaqaddimin ini kembali diupayakan atau di hidupkan oleh orang-orang setempat untuk di teruskan dengan mencari pertolongan dana dari pemerintah, tetapi percuma karna letaknya yang masih tetap terisolir. Ketahui hal itu, orang-orang setempat lalu membuat satu ikatan bernama Ikatan Pemuda Muslimin Andaleh, yang mempunyai tujuan untuk wujudkan kembali berdirinya Kubah Masjid Mutaqaddimin ini. nah Sekitaran 15 th. lalu Kubah Masjid Mutaqaddimin ini sudah bisa dipakai, walau hingga sekarang ini pembangunannya masih tetap selalu berlanjut karna ketiadaan pertolongan dari pemerintah, tetapi cuma memercayakan pertolongan dari orang-orang sekitaran ataupun yang ada di perantauan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*